Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan

14 Mei 2011

CARA PANDANG TERHADAP BEBAN HIDUP

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang
harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

SIKAP DEWASA

Sikap dewasa merupakan sesuatu yang perlu ditekankan dalam menghadapi sebuah masalah. Kita tahu bahwa sikap yang kekanak-kanakan justru dapat membuat sebuah masalah menjadi bertambah karena sikap yang diambil akan mempersulit masalah. Tetapi sikap yang dewasa dan bijaksana Insya Alloh membuat urusan bisa teratasi dengan baik.
Minimal ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh kita untuk bisa belajar bersikap dewasa :

1. Tidak Emosional atau Tergesa-gesa.

Sikap tenang dan tidak emosional dibutuhkan baik ketika berkomentar, mengambil sikap, ataupun ketika menentukan sebuah keputusan. Karena andaikata tergesa-gesa biasanya keputusan yang diambil kurang tepat.Apalagi bila kurang ditunjang oleh data dan fakta yang akurat. Dan permasalahan akan bertambah jika disikapi pula dengan sikap yang emosional. Oleh karena itu kita harus latihan untuk bisa meredam sikap yang emosional.

2. Berlatih Untuk Bijak.

Kadang kala kita bisa mengambil keputusan atau sikap yang memang menyelesaikan sebuah masalah tetapi kadang kala dengan sikap yang kita pilih tersebut, ternyata ada pihak yang merasa terluka. Seharusnya jika kita ingin menasehati orang lain sebaiknya jangan sampai orang lain merasa digurui; kita menang tanpa orang lain merasa dikalahkan dan kita sukses tanpa orang lain merasa terdzolimi. Kita harus melatih diri sekuat tenaga untuk bisa merubah sesuatu tanpa kita merasa berjasa, atau orang lain merasa lebih rendah dan hina. Untuk bersikap seperti ini kita perlu berlatih untuk tidak menonjolkan diri seakan-akan kitalah yang paling bisa, paling pandai, paling mulia, paling berjasa. Karena semakin sering kita menonjolkan diri justru itulah sifat yang kekanak-kanakkan.

3. Semakin memperbaiki isi daripada topeng.

Orang yang senang memamerkan topeng adalah salah satu sikap yang kekanak-kanakkan. Untuk itulah kita harus lebih senang meningkatkan kualitas kepribadian, kualitas keimanan, kualitas keilmuan dan wawasan, kualitas akhlak dan keikhlasan dibandingkan hanya sibuk memperbaiki kualitas rumah, kualitas baju ,dan kendaraan. Memang manusia tidak dilarang untuk memiliki dunia tetapi kalau hanya sibuk dengan dunia sedangkan dirinya terabaikan maka itulah yang akan menimbulkan masalah. Yang akan terjadi adalah dirinya akan semakin sibuk bersembunyi dibalik topeng karena takut kehilangan topengnya, akibatnya dia menjadi orang yang tidak jujur terhadap diri sendiri karena merasa pujian terhadap topeng adalah pujian terhadap dirinya dan orang yang bersandar biasanya selalu takut kehilangan tempatnya bersandar.

Semoga kita dapat menikmati proses pendewasaan sikap dan kematangan kepribadian lewat aneka kejadian yang menimpa diri kita masing-masing sehingga Insya Alloh mudah-mudahan selain bertambah umur bertambah juga kedewasaan dan kearifan kita dalam bersikap.

Wallahu a’lam.


“Menyantuni Anak Yatim”

Anak yatim adalah anak yang ditinggalkan mati ayahnya selagi ia belum mencapai umur balig. Dalam Islam, anak yatim memiliki kedudukan tersendiri. Mereka mendapat perhatian khusus dari Rasulullah saw. Ini tiada lain demi untuk menjaga kelangsungan hidupnya agar jangan sampai telantar hingga menjadi orang yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, banyak sekali hadis yang menyatakan betapa mulianya orang yang mau memelihara anak yatim atau menyantuninya. Sayang, anjuran Beliau itu sampai kini belum begitu mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat. Hanya sebagian kecil saja umat Islam yang mau memperhatikan anjuran itu. Hal ini semestinya tidak layak dilakukan umat Islam yang inti ajarannya banyak menganjurkan saling tolong sesama umat Islam dan bahkan selain umat Islam.

Di Indonesia, khususnya di desa-desa, sampai sekarang kebiasaan memberi uang ala kadarnya pada tanggal 10 Muharam kepada anak yatim masih berlaku. Pada setiap tanggal 10 Muharam, anak-anak yatim bergerombol-gerombol mendatangi rumah-rumah orang kaya atau para dermawan. Di situ mereka memperoleh pembagian uang. Kebiasaan demikian sungguh amat terpuji, tetapi apakah para anak yatim hanya butuh bantuan sekali itu?

Tentunya tidak. Mereka membutuhkan bimbingan sampai dirinya mampu mengarungi bahtera kehidupannya sendiri. Betapa mulianya orang yang mau berbuat demikian, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari bersumber dari Sahl bin Sa’ad bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari).

Allah sendiri berfirman yang artinya, “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa besar (An-Nisaa:2).

Anak yang ditinggal mati oleh ibunya ketika ia masih kecil bukanlah termasuk anak yatim. Sebab bila kita lihat arti kata yatim sendiri ialah kehilangan induknya yang menanggung nafkah. Di dalam Islam yang menjadi penanggung jawab urusan nafkah ini ialah ayah, bukan ibu. Alquran telah menjelaskan adanya larangan memakan harta anak yatim dengan cara lalim sebagaimana firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya orang yang memakan harta anak yatim secara lalim. Sebenarnya mereka itu menelan api neraka sepuluh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala” (An-Nisaa: 10).

Ismail bin Abdurrahman berkata, “Pemakan harta anak yatim dengan lalim itu besok di hari kiamat akan dikumpulkan dan di waktu itu keluarlah api yang menyala-nyala dari mulutnya, telinganya dan matanya sehingga semua orang mengenalnya bahwa ia sebagai pemakan harta anak yatim.”

Para ulama berkata, bagi setiap wali anak yatim bilamana ia dalam keadaan fakir diperbolehkan baginya memakan sebagian anak yatim dengan cara ma’ruf (baik) menurut sekadar kebutuhannya saja demi kemaslahatan untuk memenuhi kebutuhannya tidak boleh berlebih-lebihan dan jika berlebih-lebihan akan menjadi haram. Menurut Ibnul Jauzi dalam menafsirkan “bil ma’ruf” ada 4 jalan yaitu, pertama, mengambil harta anak yatim dengan jalan kiradl. Kedua, memakannya sekadar memenuhi kebutuhan saja. Ketiga, mengambil harta anak yatim hanya sebagai imbalan, apabila ia telah bekerja untuk kepentingan mengurus harta anak yatim itu, dan keempat, memakan harta anak yatim tatkala dalam keadaan terpaksa, dan apabila ia telah mampu, harus mengembalikan dan jika ia benar-benar tidak mampu hal tersebut dihalalkan.

Kecuali mengancam orang yang merugikan harta anak yatim, Allah juga akan mengangkat derajat orang-orang yang suka menyantuni anak yatim; sebagaimana sabda Nabi, “Barang siapa yang menanggung makan dan minum (memelihara) anak yatim dari orang Islam, sampai Allah SWT mencukupkan dia, maka Allah mengharuskan ia masuk surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak terampunkan” (H.R. Turmudzi).

Dari hadis ini, memberikan jaminan bagi orang-orang yang mau mengasuh anak yatim akan memperoleh imbalan pahala dari Allah SWT, berupa surga yang disejajarkan dengan surga Nabi saw., kecuali ia melakukan dosa-dosa yang tidak terampunkan oleh Allah SWT. Demikianlah kewajiban kita sebagai umat Islam dalam menyantuni anak yatim.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1204/10/renungan_jumat.htm

25 Januari 2011

FESTIFAL ANAK SHOLEH 2011


FASI 2011 yang akan diikuti oleh TKA-TPA se-Kecamatan Sei Beduk akan digelar. Keberadaan TKA-TPA yang tersebar di seluruh penjuru Sei Beduk khususnya dan kota Batam pada umumnya bukan saja sebagai wahana pengembangan minat dan kemampuan baca tulis Al-Qur'an di kalangan umat Islam, lebih dari itu TKA-TPA telah menjadi tempat persemaian strategis bagi lahirnya anak-anak sholeh, sholehah dan beretika di lingkungan umat Islam.

Tertanamnya nilai-nilai agama Islam dalam hati sanubari anak-anak sejak dini dapat melahirkan Sumber Daya Manusia yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan yang tinggi.

FASI 2011 tingkat Kecamatan Sei Beduk yang menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 13 s/d 15 Februari 2011 di masjid Al-Muhajirin, Perum Pancur Biru Lestari II, Kel. Duriangkang, kec. Sei Beduk, Batam

Direncanakan kurang lebih 500 orang peserta sekecamatan Sei Beduk yang bersaing memperebutkan kejuaraan di berbagai cabang lomba. Para juara FASI tingkat kecamatan ini nanti akan diikutkan pada kejuaraan FASI tingkat Kota yang rencana diselenggarakan setelah seluruh kecamatan selesai menggelar FASI.

10 Januari 2011

Musholla NURUL ILMI GPA

Musholla NURUL ILMI

Musholla NURUL ILMI terletak di perum Griya Piayu Asri, Kel. Duriangkang, Kec. Sei Beduk, Batam. Adapun sketsa gambar bisa dilihat dibawah ini. Dan saat ini perlu uluran tangan, sumbangsih dan dana untuk penyempurnaan musholla NURUL ILMI agar kelak bisa membangun akhlak, Iman dan menegakkan Islam pada generasi Griya Piayu Asri, Kel. Duriangkang, Kec. Sei Beduk, Batam.

29 Desember 2009

GEBYAR SENI ISLAMI III

Kendati Tahun Baru Islam berlalu, namun IRMAS Masjid Al-Muhajirin yang telah mempunyai agenda tahunan, yaitu “GEBYAR SENI ISLAMI III” Muharram 1431 H yang merupakan hasil kerjasama antara warga masyarakat Perum Pancur Biru Lestari II, RW. III – RT. 02 Kelurahan Duriangkang, kecamatan Sei Beduk, Batam. Acara yang sengaja digelar pada hari Minggu, 27 Desember 2009 ini juga bertujuan mengisi aktifitas libur sekolah. 

Pada “GEBYAR SENI ISLAMI III” Muharram 1431 H diisi dengan beragam acara lomba dan sebagai puncak acara pada malam harinya diadakan pembagian hadiah para pemenang lomba dan ditutup dengan pengajian akbar, dengan mendatangkan Al-Ustad Chandra dari Tanjung Uma, Batam.

Dalam kesempatan ini juga IRMAS Masjid Al-Muhajirin juga mengundang para pejabat pemerintahan, diantara Gubernur Kepulauan Riau, Walikota Batam, Camat Sei Beduk, Lurah Duriangkang dan anggota DPRD Kota Batam.  

Perlombaan yang diadakan pada hari Minggu, 27 Desember 2009 dimulai dari pagi hari hingga sore berlangsung dengan meriah dan melibatkan beberapa TPA-TPQ sekecamatan Sei Beduk, Batam. Dengan 10 jenis perlombaan dan melibatkan 10 peserta lomba dari berbagai TPA-TPQ se-kecamatan Sei beduk Batam.
























20 Juli 2009

PERINGATAN ISRA'MI'RAJ 1430 H

Ketua Panitia Sdr. Nur Ashikin

Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid ( IRMAS ) Al – Muhajirin, Perum Pancur Biru Lestari II, Batam pada hari Minggu, 19 Juli 2009 yang dihadiri sekitar 105 orang masyarakat sekitarnya dan 100 anak-anak TPA-TPQ.

MC Sdr. Pay


Selanjutnya acara dibuka oleh Sdr. Pay selaku MC dan penampilan team Rebana Majelis Ta'lim ibu-ibu masjid Al-Muhajirin Perum Pancur Biru Lestari II, Batam dengan membawakan lagu-lagu favoritnya. Selanjutnya pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Sdr. Syaihiri dan kader muda IRMAS ananda Tutut.


Sdr. Syaihiri

Ananda Tutut

Team Rebana Majelis Ta'lim Ibu-ibu masjid Al-Muhajirin



Tidak lupa sambutan pembina IRMAS, bpk. Djazuli. Dalam sambutannya mengatakan bahwa IRMAS saat ini secara pelan tapi pasti perlu mengadakan perekrutan anggota baru. Hal ini guna mengantisipasi suatu saat para IRMAS sekarang ini yang mau melanjutkan jenjang yang lebih tinggi.

Bpk. Djazuli, Pembina IRMAS Al-Muhajirin


Selanjutnya sambutan Ketua Panitia sdr. Nurashikin, acara-acara relegius perlu ditanamkan sejak dini pada adik-adik di TPA-TPQ, dilanjutkan sambutan Ketua RW III dan mewakili Ta'mir masjid Bpk. Rajikin ST, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat sekitar perlu meningkatkan nilai-nilai ibadah dan selalu memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah.


Bpk. Rajikin ST, Ketua RW. III PBL II


Sebelum acara puncak ditampilkan juga team Hadroh masjid Al-Muhajirin Perum Pancur Biru Lestari II, Batam yang dalam kesempatan ini merupakan penampilan ke 116 dari awal berdiri hingga sekarang ini.

Tiba acara puncak Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Ikatan Remaja Masjid ( IRMAS ) Al – Muhajirin, Perum Pancur Biru Lestari II, Batam yang menghadirkan Bpk. Ust. Syukri Ilyas SAg selaku penceramah.

Bpk.Ust. Syukri Ilyas. SAg

"Dengan adanya peringatan Isra Miraj kita diingatkan untuk tidak hanya sekadar menjalankan shalat saja, tapi juga menerapkan segala macam aplikasi kandungan Al-Qur’an ," kata Ust. Syukri Ilyas SAg

Menurut staff Departeman Agama Kota Batam, peringatan Isra Miraj merupakan momentum untuk mengingatkan umat Islam tentang shalat. Umat Islam diingatkan untuk membenahi shalat agar lebih baik dan menghormati setiap perbedaan diantara umat Islam. "Isra Miraj merupakan perintah shalat yang menjadi kewajiban umat Islam dan harus ditaati.

Ia mengatakan, shalat yang baik adalah shalat yang fungsional. Shalat fungsional adalah shalat yang ketika dilakukan mampu mengubah seseorang menjadi lebih bermakna dalam kehidupan pribadi dan sosial. Ketika ditanya bagaimana seseorang dapat menjalankan shalat secara fungsional, ia mengatakan hal itu dapat diawali dengan sering bangun pada sepertiga malam untuk menunaikan shalat malam.
Ia mengatakan, jika seseorang mempunyai spiritualitas bagus, shalat yang dijalankan akan berdampak terhadap perbuatannya. Spiritualitas yang bagus itu sendiri dibangun dengan nilai-nilai shalat yang benar sesuai syariat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. "Jika seseorang bisa meyakini dengan kehadiran Allah SWT, apa pun yang menimpa dirinya akan diterimanya, takdir baik atau takdir buruk semua disyukuri," katanya. Menurut dia, nilai keimanan seseorang tidak bisa diukur dengan penampilan sholat saja, tapi keimanan seseorang ada didalam hati masing-masing orang" katanya.

Selanjutnya acara ini ditutup dengan do’a dan bersalam-salaman para hadirin undangan peringatan Isra’Mi’raj masjid Al-Muhajirin Perum Pancur Biru Lestari II, Batam. ( IRMAS Al-Muhajirin PBL II )